Tips Mudik Sehat, Aman dan Selamat

Lebaran tinggal hitungan hari. Mudik selalu jadi tradisi untuk bersilaturahmi dengan keluarga di kampung halaman. Mudik sehat, aman dan selamat sampai tujuan itu harapan setiap pemudik. Simak yuk tips mudik dari bu Nina Muluk, Menteri Kesehatan

Bepergian jarak jauh di saat arus mudik yang padat tentunya menghadapi tantangan tersendiri. Macet dan fisik yang lelah serta ngantuk terkadang dapat menjadi kendala perjalanan bahkan dapat berujung pada munculnya kecelakaan.

Prihatin pada angka kecelakaan yang saat mudik selalu tinggi, kementerian kesehatan menggelar acara Ngabuburit Asik bareng Mentri Kesehatan dengan tema “Mudik Sehat, Aman dan Selamat” di Kampung Rambutan tanggal 5 Juni lalu.

Menurut ibu Mentri Kesehatan ada tips yang bisa dipraktekan untuk mudik yang sehat, aman dan selamat, yaitu:

1. Siapkan fisik yang prima

2. Periksa Kelaikan kendaraan, seperti mesin, bensin serta ban kendaraan.

3. Pastikan membawa kotak obat obatan

4. Jangan lupa istirahat bila ngantuk dan lelah. Mengemudi di saat ngantuk sangat berbahaya.

5. Patuhi lalu lintas

6. Bawa bekal makan minum secukupnya. Jangan menerima makan dan minum dari orang yang tak dikenal.

7. Buang sampah ditempatnya. Jangan buang sampah sembarangan.

8. Jika kurang sehat, beristirahat dan manfaatkan pos kesehatan di sekitar lokasi.

Menurut Ibu Nina, saat istirahat usahakan melakukan perenggan. “Perenggan dapat mengurangi resiko nyeri punggung, melenturkan otot yang tegang atau kram dan menimbulkan relaksasi,”kata Ibu Nina.

Dalam kesempatan tersebut, Mentri Kesehatan tidak hanya memberikan tips tapi juga melakukan tinjauan ke sejumlah fasilitas yang ada di sekitar kampung Rambutan seperti pos kesehatan dan sebagainya.

Tak lupa dalam acara ngabuburit ini ada foto bersama dengan ibu menteri kesehatan dengan awak media, blogger, petugas perhubungan, para sopir dan sebagainya.

Merencanakan mudik sehat, aman dan nyaman mudah mudahan saat kita mudik diberikan kemudahan serta kelancaran. Jangan lupa pula berdoa sebelum dalam perjalanan.

Selamat mudik. Semoga aman, nyaman serta selamat sampai tujuan. (meidh)

#mudiksehat

#mudik

@kemenkesri

Advertisements

Kapolda Metro Jaya : Mari Jadikan Bulan Ramadan Sebagai Momentum Menjalin Silaturrahmi serta Persatuan

Manfaatkan bulan Ramadhan untuk jalin silaturahmi dan memperkuat persatuan dan kesatuan

Demikian rangkuman sambutan Kapolda Metro Jaya Irjen Polisi Idham Azis dalam silaturrahmi dengan wartawan dan netizen.

Acara ini juga dihadiri oleh tokoh lintas agama Tokoh Lintas Agama seperti : Pendeta Datulon Sembiring,
Biksu Syailendra Virus, Romo RD Aloysius Tri Harjono, Pedande/Gede Nyenengin dan H. Muhammad Ali

Kehadiran tokoh lintas agama ini sebagai momentum “Membangun toleransi di bulan Ramadhan” seperti tajuk dari sambutan Kapolda Metro Jaya.

Menurut Kapolda, bulan Ramadhan menjadi momen menguatkan sikap saling menghormati dan bertoleransi. Perlu peran serta berbagai pihak termasuk pegiat media sosial seperti blogger, vlogger atau influencer untuk menyebarluaskan content positif“jelasnya.

Kapolda mengharapkan media massa dan media sosial ikut menjaga kesucian bulan Ramadhan dengan cara menyajikan berita yang menyejukkan dan berita yang positif di masyarakat, begitu juga para netizen atau warga net yang aktif di media sosial, baik Blogger, Vlogger, Media Sosial Influencer mari #sebarkanberitabaik.

Di era tekhnologi informasi media sosial semakin memiliki peran dan kontribusi dalam pelaksanaan esensi bulan Ramadhan”,jelas Kapolda.

Kapolda mengajak juga seluruh awak media serta negizen untuk bersama sama membangun toleransi. “Mari hormati perbedaan dengan membangun toleransi serta mengharperbedaan,”tegasnya.

Sangat penting membangun toleransi, saling menghargai dan menghormati perbedaan yang ada pada pihak lain dan bersatu dalam menjaga NKRI,”jelasnya.

Dalam kesempatan silaturahmi Kapolda Metro Jaya bersama wartawan dan netizen hari ini sangat berharap bisa terjalin persaudaraan yang erat dan dapat terus mendukung kinerja Polri khususnya Polda Metro Jaya dalam mewujudkan situasi keamanan dan ketertiban di masyarakat. Para tokoh Lintas Agama baik dari Agama Islam, agama Kristen, agama Katolik, Hindu dan Budha yang hadir dalam acara ini, kami sangat berterimakasih atas wujud toleransi dan kepedulian dalam mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa bahwa kita adalah Satu, kita bersaudara dan kita adalah Indonesia.

Himbauan Kapolda ini sangat masuk akal mengingat saat ini bertebaran conten negatif yang dapat mengancam persatuan dan kesatuan RI. Karenanya, peran serta media serta warga net atau peggiat media sosial sangat besar perannya.

Yuk rekan rekan peggiat media sosial kita kita ingat terus himbauan kapolda metro jaya untuk mengisi konten media yang kreatif, positif dan bermanfaat. Dengan demikian kita telah berpartisipasi dalam menjaga NKRI. Indonesia damai dan bersatu..Semoga bisa terwujud nyata! Aamiin. (meidh)

#HORMATIPERBEDAAN

#BERSATUDALAMMENJAGANKRI

Polisi Mengajak Netizen Bekerjasama Sebarkan Info Positif Demi Persatuan NKRI

Gaes, kamu punya akun di media sosial? Info yang kamu sebarkan positif dan bermanfaat gak bagi banyak orang? Atau info yang kamu sebarkan bikin orang sebel dan resah?

Nah, kamu yang punya akun di media sosial tapi belum kapok sebar info negatif dan asal share (sebar) info yang mengandung kebencian tahu tidak itu bisa menyebabkan kebencian serta mengancam NKRI.

Hal ini disampaikan dalam Coffee Morning dengan pihak kepolisian Polda Metro Jaya dengan netizen tgl 9 Mei 2018 di Gedung Promoter, Polda Metro Jaya. Kapolda Metro Jaya. Idham Azis menghimbau agar netizen hati hati dalam menyebarkan berita. Menurut Idham bahwa penyebaran berita hoax dapat menimbulkan kebencian dan keresahan.

“Berita hoax dapat mengancam persatuan dan kesatuan NKRI,”kata Idham, yang sambutannya dibacakan oleh Irwasda Polda Metro Jaya Kombes Komarul Zaman. Coffee morning ini rencananya dihadiri Idham namun beliau berhalangan hadir karena harus ke Nako Brimob Kelapa Dua.

“Sebagai warganet diharapkan dapat memberi contoh dan teladan bagi orang lain agar suasana kondusif dapat tercipta di masyarakat,”katanya

Sementara itu menurut Kombes Polda Metro Jaya Argo Yuwono, saat ini ujaran kebencian di media sosial sudah massif.

“Sebar info positif dan bermanfaat. Jangan asal share. Check and recheck lagi,” kata Argo.

Mengingat peran netizen sangat besar dalam turut menjaga NKRI dalam setiap postingnya diadakan juga penandatanganan para warganet yang hadir bersama jajaran kepolisian lainnya.

Makna penandatangan ini adalah membuktikan bahwa jajaran kepolisian bekersama dengan netizen untuk menjaga persatuan NKRI melalui posting media sosial yang positif dan bermanfaat.

Dalam kesempatan ini, Polda juga menggelar beragam lomba untuk para pegiat sosial dengan content positifnya. (meidh)

#coffeemorning @humaspoldametro

#netizen #antihoax

Dukung Program Imunisasi, Jangan Percaya Hoax!

//Jangan Pernah Ragu Untuk Imunisasi Buah Hati. Tanyakan Pada Ahlinya Agar Percaya//

Gaes tahu tidak bahwa tgl 29 April lalu adalah hari imunisasi dunia. Selama sepekan pada tanggal 24 – 30 April dunia menyerukan pentingnya imunisasi bagi imuitas anak anak dari berbagai penyakit. Hal ini menunjukkan bahwa imunisasi sudah menjadi isu global. Di Indonesia, pemerintah juga memiliki komitmen sangat besar dalam menyehatkan masyarakat melalui program imunisasi. Berdasarkan data yang diperoleh dari Direktorat Jendral Pencegahan dan pengendalian penyakit (Ditjen P2P) kementrian kesehatan republik Indonesia, cakupan imunisasi dasar bagi bayi usia 0-11 bulan pada tahun 2017 mencapai 92,04% (dengan target nasional 92%). Hasil tersebut menunjukkan bahwa program imunisasi telah mencapai target, namun dengan catatan terjadi penambahan kantong dengan cakupan dibawah 80% dan cakupan antara 80-91,5%. Angka cakupan nasional imunisasi lanjutan DPT-HB-Hib pada tahun 2017 mencapai 63,4% (target 45%) dan campak 62,7%. Prestasi cukup luar biasa yang menunjukkan komitmen pemerintah untuk menyehatkan masyarakatnya.

Memberikan pelayanan terbaik buat masyarakat di bidang kesehatan tidak selalu berjalan mulus. Pada kurun waktu tahun 2014-2016, terdapat 1.716.659 anak yang belum mendapat imunisasi dan imunisasinya tidak lengkap. Berdasarkan riset kesehatan dasar 2013, beberapa alasan yang menyebabkan bayi tidak mendapat imunisasi diantaranya; takut panas, keluarga tidak mengizinkan, tempat imunisasi jauh, sibuk, sering sakit, tidak tahu tempat imunisasi. Oleh sebab itu, pemberian imunisasi universal bagi seluruh anak tanpa kecuali masih merupakan tantangan bagi seluruh pihak yang terlibat dalam upaya promosi kesehatan; baik pemerintah, organisasi profesi, LSM, mitra swasta, masyarakat, dan lainnya. Hal ini disampaikan dalam Seminar Media bertajuk : “Capai Imunisasi Lengkap : Bersama Melindungi dan Terlindungi” tanggal 25 April lalu di kantor Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) .

Salah satu hambatan terbesar dalam mensosialisasikan pentingnya imunisasi adalah masih menyebarkan isu isu yang tidak relevan tentang imunisasi (anti vaksin). Menurut Dr.Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A (K), ketua PP IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) periode tahun 2017-2020 sekaligus Departemen Ilmu Kesehatan Anak FAkultas Kedokteran UI-RSUPN Cipto Mangunkusumo, isu anti vaksi cepat meluas dan bikin heboh masyarakat . Dijelaskan oleh Pipirim bahwa ada beberapa alasan mengapa isu anti vaksi selalu ramai dibicarakan orang karena isu ini menyentuh sisi emosi dan ideologi masyarakat, meski tanpa ilmu dan tanpa bukti yang sahih. “Pemanfaatan media sosial dan media konvensional membuat isu cepat meluas,”kata Piprim.

Saat ini anti vaksin banyak, massif dan beragam. “Banyak sekali tersebar isu isu yang merugikan dan secara kebenaran sulit dipertanggungjabkan diantaranya beredar meme. “Melalui kekuatan gambar dan informasi yang gak kuat sekelompok orang menyebarkan isu negative tentang vaksin, “kata Piprim. Di satu sisi media massa juga sering menggunakan judul atau melakukan framing negative tentang vaksin. “Karena itu peran media massa sagat besar dalam memberikan informasi positif serta membantu pemerintah dalam mendukung program imunisasi.

Sementara itu DR.H.M.Asrorun Ni’am Sholeh, M.A dari MUI (Majelis Ulama Indonesia) juga memperkuat bahwa masyarakat jangan cepat termakan isu halam dan haram seputar imunisasi. Menurut Niam Imunisasi untuk kepentingan kesehatan Sangat dianjurkan bahkan dapat dikatakan wajib jika berpegang pada sadudzdzari’ah. “Imunisasi dengfan dugaan adanya campuran bahan haram dan vaksin itu sudah dicuci dengan bahan kimiawi, maka hukumnya menjadi halal (suci),”kata Niam. Ditambahkan oleh Niam bahwa jika ada indikasi keharaman, maka hukumnya tetap boleh dengan alasan darurat dan mengambil mudharat yang ringan.

Mari kita dukung program pemerintah demi generasi sehat! Selamatkan buah hati dan generasi masa depat dari penyakit menular yang membahayakan dan dapat mematikan. Jangan percaya hoax. Tanyakan pada ahlinya untuk mendapatkan informas terpercaya. (meidh)

#imunisasi #vaksin @kemenkesri #antihoax

 

Bank Sampah KBA Rawajati : Menyulap Sampah Jadi Berkah

Mengubah Sampah Jadi Berkah

Siapa bilang sampah selalu identik dengan kotor, jorok dan bau. Di Kampung Berseri Astra (KBA) Rw 03 Rawajati sampah disulap menjadi barang berharga yang menguntungkan. Kok bisa? KBA Rawajati menerapkan sistem zero waste dengan mendirikan bank sampah. Hasilnya? Semua warga telah merasakan manfaat bank sampah ini.

Apa sih zero waste itu? Konsep zero waste ini bukanlah sesuatu yang baru. Konsep ini sudah lama dilakukan oleh negara negara maju seperti di Eropa dan Amerika. Konsep zero waste menjadi solusi konkret yang dapat diterapkan dalam manajemen pengelolaan sampah. Konsep Zero Waste dimulai dari produksi sampai berakhirnya suatu proses produksi dapat dihindari terjadi .produksi sampah. atau diminimalisir terjadinya sampah. Konsep Zero Waste ini salah satunya dengan menerapkan prinsip 3 R (Reduce, Reuse, Recycle).

KBA Rawajati mulai melakukan konsep Zero Waste sejak Febuari tahun 2015, ketika PT Astra TBK memberikan hibah sebuah mesin pencacah plastik pada Rw 03 Rawajati. Melalui pendampingan dan binaan dari PT. Astra TBK, Rw 03 Rawajati sudah bisa merasakan hasilnya. Tidak hanya bagi lingkungan tapi juga bagi warga.

Zero waste

Reduce Recyle Reuse

Di KBA Rawajati penanganan sampah dengan dilakukan dengan zero waste yaitu penerapan prinsip 3R (Reduce, Reuse, dan recycle). Karena itu tidak aneh jika di sana tak terlihat sampah berceceran. Orientasi penanganan sampah dengan konsep zero waste diantaranya meliputi :

1. Sistem pengolahan sampah secara terpadu

2. Teknologi pengomposan

3. Daur ulang sampah plastik dan kertas

4. Teknologi pembakaran sampah dan insenator

5. Teknologi pengolahan sampah organik menjadi pakan ternak

6. Teknologi tempat pembuangan akhir (TPA) sampah

7. Peran serta masyarakat dalam penanganan sampah

8. Pengolahan sampah kota metropolitan

9. Peluang dan tantangan usaha daur ulang.

Prinsip-prinsip yang dapat diterapkan dalam penangan sampah misalnya dengan menerapkan prinsip 3-R, 4-R atau 5-R. Penanganan sampah 3-R adalah konsep penanganan sampah dengan cara reduce (mengurangi), reuse (menggunakan kembali), recycle (mendaur-ulang sampah), sedangkan 4-R ditambah replace (mengganti) mulai dari sumbernya. Prinsip 5-R selain 4 prinsip tersebut di atas ditambah lagi dengan replant (menanam kembali). Penanganan sampah 4-R sangat penting untuk dilaksanakan dalam rangka pengelolaan sampah padat perkotaan yang efisien dan efektif, sehingga diharapkan dapat mengrangi biaya pengelolaan sampah.

Pengolahan Sampah Menjadi benda yang berharga diantaranya pupuk atau barang barang multi guna seperti handicraft. Menurut Ibu Nanik Sudaryanto selaku pengurus PKK serta penggerak bank sampah di KBA Rawajati bahwa di setiap rumah terdapat kantung berwarna biru bertuliskan Kantong Bank Sampah. “Kantong ini tempat menaruh sampah,”kata bu Nanik. “Warga Rw 03 bisa menyetor menyetorkan sampah kering maupun sampah basah berupa limbah rumah tangga ke bank sampah di KBA Rawajati, “ kata bu Nanik.

·

Membuat Kompos

Sampah limbah rumah tangga seperi bahan bahan sisa meracik makanan, kupasan buah bisa dijadikan bahan untuk membuat kompos.

Untuk membuat sampah caranya sederhana. Menurut Ibu Ninik untuk membuat kompos bahan yang dibutuhkan hanya sebuah tong plastik yang sudah dilubangi di seluruh bagian sampai dengan bagian permukaan atau dasarnya. Sambil mempraktekan pembuatan kompos, Ibu Ninik memberikan bahan sterofoam di bagian dasarnya dan dilapisi dengan karpet sebagai penutupnya di bagian atas dan di bagian bawah.

Sampah-sampah dicacah (dihaluskan) dan dijadikan satu dengan kompos yang masih kasar. “Limbah harus sering diaduk dengan waktu cukup lama hingga satu bulan lamanya,”kata Bu Ninik. Ditambahkan oleh Ibu Ninik bahwa jika ingin dipercepat bisa menggunakan EM4, sejenis bakteri yang bisa membuat pembusukan menjadi lebih cepat. “Prosesnya bisa memakan waktu sampai dengan satu minggu saja,”jelas Bu Ninik. Kalau sudah jadi bisa dijual dengan harga per 4 Kg sekitar Rp.10.000,- “kata bu Ninik.

Lalu bagaimana dengan sampah plastik seperti botol bekas air mineral, gelas plastik, bungkus detergen, mis instan dan kopi? Bukan main ternyata warga menjadikannya benda multi fungsi yaitu menjadi tas, karpet dan masih banyak lagi. “Barang barang tersebut dijual dan menjadi masukan warga,”kata Bu Ninik.

Keren bukan bank sampah di KBA Rawajati. Pantas ya KBA Rawajati ini menjadi bersih, berseri dan bebas sampah. Tidak heran pula jika kampung bank sampah mendapat penghargaan sebagai pemilik bank sampah terbaik di Jakarta pada tahun 2017.

Semoga KBA Rawajati dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain.

#gogreen #compos #zerowaste #banksampah #enviroment @indonesia-satu

Kampung Berseri Astra : Role Model Kampung Hijau

Kampung Berseri Astra (KBA) Rawajati : Oase di Kota Jakarta

Teduh. Itu kesan pertama bila berkunjung ke Kampung Berseri Rawajati, Kalibata. Pohon berjejer di sepanjang jalan. Jangan khawatir kepanasan kalo berada di sini. Lingkungan bersih hijau nan asri membuat kampung ini teduh serta menyejukkan hati. Pas, memang bila KBA Rawajati sebagai model iklim percontohan.

Salah satu prestasi paling menonjol KBA Rawajati adalah penghargaan Kampung Proklim yang dianugerahkan langsung oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) pada tahun 2017. Di tahun 2018, KBA RAwajati sedang mengajukan kandidat sebagai Proklim Lestari (setingkat di atas Proklim biasa). Proklim Lestari mensyaratkan KBA Lestari melakukan pembinaan pada 10 KBA lainnya. Tidak hanya itu KBA Rawajati telah menjadi kampung hijau percontohan untuk skala nasional. Saat ini di berbagai daerah, tidak hanya Jakarta sedang dikembangkan konsep seperti KBA Rawajati. Sebuah prestasi yang membanggakan.

Keberhasilan KBA Rawajati tidak lepas dari peran ibu ibu PKK Rw 03 Rawajati. Salah satu tokoh yang ikut merintis KBA Rawajati adalah Ibu Ninik Nuryanto, yang menjadi ketua PKK periode kepengurusan tahun 2001 – 2013. Menurut Ibu Ninik berbagai pencapaian tidak diraih secara instan. Ada proses dan sinergi sekelompok warga yang menjadikan kampung mereka layak diapresiasi.

Disampaikan oleh bu Ninik bahwa tumbuhan yang subur di area KBA Rawajati tidak lepas dari pupuk yang diproduksi di kawasan ini. “keberadaan bank sampah membuat tanaman hijau subur”,kata Bu Nini. “Setiap rumah berkontribusi dengan memelihara tanaman bunga dan pohon yang disemai sampah organik dan biohayati,”jelas Bu Ninik


“Di KBA Rawajati ini ada peraturan bahwa setiap rumah bertanggung-jawab memisahkan sampah, limbah plastik dimasukkan ke sebuah tong dan sampah bio hayati pada tong lainnya.”

“Pada awalnya, pupuk dari sampah organik hanya dipakai untuk menyuburkan tanaman bunga di depan rumah. Tapi, ketika produksi melebihi kebutuhan, kami mulai menjualnya untuk mendapatkan keuntungan,” jelas Bu Ninik.

Karena itu tidak aneh bila di pemukiman sekitar KBA Rawajati ini kita melihat lingkungan yang bersih bebas sampah. Selain paket pupuk organik, warga Rawajati juga menjual bunga dan bibit pohon jati.

Menurut Bu Ninik, uang yang diperoleh dari penjualan PKK dipakai untuk membiayai pelayanan publik, seperti mengaspal jalan raya, memperbaiki got, dan merawat taman.

Tujuan utamanya, melibatkan masyarakat dalam kegiatan peduli lingkungan dan sadar akan pentingnya merawat keseimbangan karbon.

Saat ini kepengurusan PKK telah dipegang oleh Ibu Silvi Ermita. Perempuan berusia 46 tahun ini meneruskan perjuangan Ibu Ninik Nuryanto dan pengurus lainnya untuk mengembangkan program KBA Rawajati. Salah satu terobosan barunya adalah mengembangkan PKK plus, yaitu melibatkan bapak-bapak dalam kegiatan PKK.

“Para ibu mengatur berbagai kegiatan berkelanjutan melalui rangkaian acara arisan, serta dalam hal bercocok tanam. Sedangkan bapak-bapak mengelola aktivitas hidroponik serta pemeliharaan tanaman tiap rukun tetangga (RT)”, kata Silvi.

Di KBA Rawajati juga berdiri PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) dengan sokongan dari Astra. Gedung berukuran 8 x 5 M2 itu dipergunakan sebagai sarana pendidikan anak-anak usia pra sekolah. Keberadaan PAUD ini setidaknya menjadikan KBA Rawajati lebih lengkap dengan 4 pilar yang mereka usung yaitu sektor pendidikan, UKM, kesehatan, dan lingkungan yang bersih. Kini warga KBA Rawajati telah mendapatkan keuntungan dari 4 pilar yang ada di kampung mereka. Nah, semua itu sejalan dengan program Kampung Berseri Astra yang menjadikan kampung “berseri”: bersih, sehat, cerdas, dan produktif.

Semoga semakin banyak KBA yang dapat berkembang, mandiri, serta menjadi contoh bagi KBA lainnya tidak hanya di kota Jakarta tapi seluruh pelosok nusantara. Memajukan Indonesia berawal dari kampung. Semoga! (meilanidh)

#bank sampah #rawajati #kampungberseri #banksampahrawajati #lingkungan #satuindonesia


Toss TB untuk Indonesia Sehat

Toss TB (Temukan Obati Sampai Sembuh Tuberkulosis) dicanangkan pemerintah demi Indonesia Sehat di Tahun 2030.

Tanggal 24 Maret 2018 lalu, bertempat di Lapangan Parkir Monas diselenggarakan acara puncak hari tuberkulosis atau TB dunia. Acara ini diselenggarakan untuk menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menuntaskan penyakit TB. Selain itu acara ini juga dilakukan untuk mensosialisasikan pada masyarakat tentang program Toss TB.

“Peduli TBC untuk Indonesia Sehat” yang menjadi motto program Toss TB ini adalah sejalan dengan tema global Hari Tuberkulosis dunia yaitu: “Wanted: Leaders for a TB-free world. You can make history. End TB”

Seperti yang kita ketahui TB merupakan penyakit menular yang dapat mengenai siapapun. Tercatat di Indonesia ada sekitar 250.000 kasus setiap tahunnya. Tidak hanya itu TB menjadi penyakit mematikan No 3 setelah jantung dan penyakit pernapasan akut lainnya. Tidak heran penyembuhan TB juga memakan waktu lama dan perlu kesabaran.

Puncak acara peringatan hari TB ini diselenggarakan dengan serangkaian acara seperti :

  • Pameran upaya pengendalian TB dari berbagai organisasi
  • Senam bersama
  • Pemeriksaan kesehatan
  • Informasi Edukasi

Pada kesempatan ini diselenggarakan pula teleconference dengan 5 dinas kesehatan yang berada di Provinci Aceh, Riau, Sulawesi Selatan,Sulawesi Barat dan Papua terkait dengan komitmen pelaksanaan program Toss TB di daerah masing masing.

Acara ini juga resmi dibuka dengan pidato oleh Menteri Kesehatan RI Prof.Dr. dr. Nina F. Moeloek, SpM (K). Dalam pidatonya disampaikan : “Fokus pencegahan dan pengendalian TB adalah pada penemuan kasus serta pengobatan. Temukan penderita TBC dan obati sampai sembuh. Betul betul sembuh agar tidak terjadi resistensi,”kata Menteri Kesehatan.

Jika kamu kena TB:

1. Berfikir positif

2. Sabar menjalani pengobatan

3. Rutin melakukan pemeriksaan

4. Gunakan masker agar tidak menular

Mencegah lebih baik daripada mengobati mari kita lakukan pola hidup sehat. Berolahraga, banyak makan buah dan sayur, jangan begadang serta tidak merokok.

Yuk bantu pemerintah dengan mensosialisasikan program Toss TB di linkungan sekitarmu. Jangan ragu untuk melapor bila ada orang di lingkunganmu diindikasi terkena TB.

Semoga Indonesia Sehat menjadi kenyataan! (meidh